ANALISIS YURIDIS PENGEDARAN UANG PALSU PERSPETIF PASAL 26 UURI NO. 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DAN HUKUM PIDANA ISLAM

Tdofir, Moh (2025) ANALISIS YURIDIS PENGEDARAN UANG PALSU PERSPETIF PASAL 26 UURI NO. 7 TAHUN 2011 TENTANG MATA UANG DAN HUKUM PIDANA ISLAM. Other thesis, Institut Agama Islam Syaichona Mohammad cholil.

[thumbnail of pendahuluan dof.pdf]
Preview
Text
pendahuluan dof.pdf

Download (3MB) | Preview
[thumbnail of lampiran dof.pdf]
Preview
Text
lampiran dof.pdf

Download (742kB) | Preview
[thumbnail of BAB I cd_removed.pdf]
Preview
Text
BAB I cd_removed.pdf

Download (144kB) | Preview
[thumbnail of bab ii.pdf]
Preview
Text
bab ii.pdf

Download (243kB) | Preview
[thumbnail of BAB III cd.pdf]
Preview
Text
BAB III cd.pdf

Download (96kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV cd.pdf]
Preview
Text
BAB IV cd.pdf

Download (327kB) | Preview
[thumbnail of BAB V cd.pdf]
Preview
Text
BAB V cd.pdf

Download (91kB) | Preview

Abstract

ABSTRAK

Moh Tdofir. 2025. 11636210021. Analisis Yuridis Pengedaran Uang Palsu Perspetif Pasal 26 UURI Tentang Mata Uang Dan Hukum Pidana Islam Program Studi Hukum Pidana Islam IAI Syaichona Moh. Cholil Bangkalan Madura. Pembimbing: Dr. vicky Izza El Rahma M.Th.I

Peredaran uang palsu merupakan tindak pidana yang mengganggu stabilitas ekonomi dan merugikan Masyarakat secara luas.Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif yuridis dengan studi kepustakaan sebagai teknik pengumpulan data utama. Hasil penelitian untuk menganalisis secara yuridis bagaimna ketentuan hukum positif di Indonesia dan menunjukkan bahwa Pasal 26 UURI tentang Mata Uang mengatur sanksi pidana yang cukup tegas bagi pelaku pemalsuan uang. Sementara itu, dalam Hukum Pidana Islam, peredaran uang palsu dikategorikan sebagai tindak kejahatan berat (jarimah) yang dapat dikenakan hukuman ta'zir sesuai dengan tingkat kerugian yang ditimbulkan. Kedua sistem hukum tersebut memiliki kesamaan dalam memandang peredaran uang palsu sebagai tindakan yang merugikan negara dan masyarakat serta diberikan sanksi tegas demi menjaga keadilan dan kestabilan ekonomi. Dengan demikian, penerapan aturan atau sanksi pada kasus perdaran uang palsu dalam perspektif pasal 26 UURI Tentang Mata Uang dan hukum pidana islam dapat menjadi jalan alternatif penyelesaian yang lebih baik dan berkeadilan, namun harus tetap mempertimbangkan hak hak korban serta prinsip-prinsip keadilan dan kepastian hukum

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Uang Palsu, Pasal 26, Undang-Undang Mata Uang, Hukum Pidana Islam, Analisis Yuridis
Subjects: H Social Sciences > HA Statistics
H Social Sciences > HB Economic Theory
Depositing User: Moh Tdofir
Date Deposited: 20 Jun 2025 05:01
Last Modified: 20 Jun 2025 05:01
URI: http://repository.iaisyaichona.ac.id/id/eprint/207

Actions (login required)

View Item
View Item