Hosnih, Hosnih (2025) ANALISIS YURIDIS ABORSI AKIBAT PERKOSAAN DALAM PERSPEKTIF UU NOMOR 36 TAHUN 2009 TENTANG KESEHATAN DAN HUKUM PIDANA ISLAM. Other thesis, Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil Bangkalan.
pendahuluan.pdf
Download (1MB) | Preview
bab I.pdf
Download (350kB) | Preview
bab II.pdf
Download (426kB) | Preview
bab III.pdf
Download (298kB) | Preview
bab IV.pdf
Download (419kB) | Preview
bab V.pdf
Download (230kB) | Preview
lampiran.pdf
Download (889kB) | Preview
Abstract
HOSNIH, 2025, NIM: 11636210035, Analisis Yuridis Aborsi Akibat Perkosaan Dalam Perspektif UU Nomor 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan Dan Hukum Pidana Islam, Program Studi Hukum Pidana Islam, Institut Agama Islam Syaichona Moh. Cholil, Bangkalan, Pembimbing: Dr. Vicky Izza El-Rahma, M. Th. I.
Skripsi ini membahas mengenai perspektif hukum pidana Islam terhadap praktik aborsi akibat kehamilan yang disebabkan oleh perkosaan, serta perbandingannya dengan ketentuan hukum positif di Indonesia. Permasalahan ini menjadi kompleks karena melibatkan pertentangan antara nilai moral, hukum agama, dan urgensi perlindungan korban. Dalam hukum pidana Islam, aborsi secara umum dilarang, terutama setelah janin berusia 120 hari, karena dianggap telah bernyawa. Namun, sebagian ulama membolehkan aborsi sebelum usia tersebut jika terdapat alasan darurat, seperti kehamilan akibat perkosaan yang dapat menimbulkan penderitaan psikologis mendalam bagi korban. Sementara itu, hukum positif di Indonesia melalui Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan memberikan pengecualian terhadap larangan aborsi dalam kondisi kedaruratan medis dan akibat perkosaan, sebagaimana ditegaskan dalam Pasal 75 dan Pasal 48 KUHP terkait overmacht. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa baik hukum Islam maupun hukum positif memiliki prinsip kehati-hatian dalam mengatur aborsi, namun tetap memberikan ruang dispensasi atas dasar kemanusiaan dan perlindungan terhadap korban. Kesimpulannya, perlunya sinergi antara nilai-nilai keagamaan dan peraturan perundang-undangan untuk menciptakan perlindungan hukum yang adil dan bermartabat, khususnya bagi perempuan korban kekerasan seksual.
Kata Kunci: Aborsi, Akibat Perkosaan, Hukum Positif, Hukum Islam
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | K Law > K Law (General) |
| Divisions: | Faculty of Law, Arts and Social Sciences > School of Art |
| Depositing User: | Hosnih Hosnih |
| Date Deposited: | 11 Jul 2025 04:24 |
| Last Modified: | 11 Jul 2025 04:25 |
| URI: | http://repository.iaisyaichona.ac.id/id/eprint/342 |
