Analisis yuridis tindak pidana kekerasan terhadap saksi dan korban perspektif pasal 37 Undang-undang No. 13 tahun 2006 dan hukum pidana islam

Umari wahed, Royhanah (2025) Analisis yuridis tindak pidana kekerasan terhadap saksi dan korban perspektif pasal 37 Undang-undang No. 13 tahun 2006 dan hukum pidana islam. Other thesis, Institut Agama Islam Syaichona Mohammad Cholil.

[thumbnail of Pendahuluan.pdf]
Preview
Text
Pendahuluan.pdf

Download (939kB) | Preview
[thumbnail of BAB I.pdf]
Preview
Text
BAB I.pdf

Download (455kB) | Preview
[thumbnail of BAB II.pdf]
Preview
Text
BAB II.pdf

Download (521kB) | Preview
[thumbnail of BAB III.pdf]
Preview
Text
BAB III.pdf

Download (349kB) | Preview
[thumbnail of BAB IV.pdf]
Preview
Text
BAB IV.pdf

Download (798kB) | Preview
[thumbnail of BAB V.pdf]
Preview
Text
BAB V.pdf

Download (320kB) | Preview
[thumbnail of lampiran.pdf]
Preview
Text
lampiran.pdf

Download (449kB) | Preview

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk Menganalisis yuridis tindak pidana kekerasan terhadap saksi dan korban perspektif pasal 37 Undang-undang No. 13 Tahun 2006 dan Hukum Pidana Islam. Undamg-undang No. 13 Tahun 2006, yang didalamnya terdapat pasal-pasal yang mana membahas tentang suatu bentuk perlindungan kekerasan terhadap saksi dan korban. Undang-undang tersebut akan membahas tindak pidana kekerasan terhadap saksi dan korban dalam perspektif hukum positif Indonesia, khususnya berdasarkan Pasal 37 Undang-Undang No. 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban, serta meninjaunya dari sudut pandang hukum pidana Islam. Perlindungan terhadap saksi dan korban merupakan bagian penting dalam menjamin proses peradilan yang adil dan bebas dari intimidasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan metode normatif dengan menggunakan pendekatan konseptual dan pendekatan komparatif dengan memanfaatkan sumber hukum primer, sekunder dan tersier yang di analisis secara interpretatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasal 37 Undang-undang No. 13 Tahun 2006 memberikan dasar hukum yang tegas terhadap perlindungan saksi dan korban, termasuk pemberian sanksi pidana bagi pelaku kekerasan atau intimidasi. Dalam perspektif hukum pidana Islam, tindakan semacam ini oleh ulama digolongkan sebagai bentuk kedzaliman (dzulm) yang merusak keadilan bagi manusia dan wajib dikenai hukuman (ta’zir), (qishash) dan (diat) oleh negara. Penelitian ini merekomendasikan penguatan peran aparat penegak hukum dalam penanganan kasus kekerasan terhadap saksi dan korban serta perlunya integrasi nilai-nilai keadilan dalam Islam untuk mendukung perlindungan hukum yang menyeluruh.

Kata Kunci: Kekerasan, Saksi dan Korban, Undang-undang No. 13 Tahun 2006, Hukum Pidana Islam, Perlindungan Hukum terhadap saksi dan korban.

Item Type: Thesis (Other)
Uncontrolled Keywords: Violence, Witnesses and Victims, Law No. 13 of 2006, Islamic Criminal Law, Legal Protection for Witnesses and Victims.
Subjects: K Law > K Law (General)
Depositing User: Royhanah Umari Wahed
Date Deposited: 16 Jul 2025 04:17
Last Modified: 16 Jul 2025 04:17
URI: http://repository.iaisyaichona.ac.id/id/eprint/389

Actions (login required)

View Item
View Item